Tampilkan postingan dengan label Travel. Tampilkan semua postingan

9 Tempat di Dunia yang Harus Anda Kunjungi Sebelum Musnah

Bumi yang makin tua dan kerusakan lingkungan membuat sembilan tempat indah ini nyaris pupus dari muka bumi.

Gunung Kilimanjaro, Afrika. Puncak gunung ini termasuk dari satu dari tujuh yang tertinggi di dunia.(Thinkstockphoto) 
Banyak tempat di dunia yang menyajikan keindahan alam menakjubkan. Menyimpan berjuta keunikan yang membuat kita berdecak kagum. Dari berbagai tempat tersebut tentu ada yang belum pernah Anda kunjungi.
Namun, karena Bumi semakin tua ditambah lagi dengan berbagai kerusakan lingkungan, pemanasan global, pembalakan liar, dan tindakan manusia yang merusak, semakin mengancam keberadaan tempat-tempat unik di dunia. Berikut sembilan tempat di dunia yang memiliki keindahan alam dan keunikan tersendiri yang Anda harus kunjungi karena diprediksi akan hilang dan musnah.


Tidak perlu memiliki keahlian berenang, Anda akan mengapung dengan sendirinya di perairan asin yang tersohor di dunia dengan sebutan Laut Mati. Laut yang memiliki kadar garam yang tinggi, terletak di perbatasan Yordania, Israel, dan Tepi Barat menempati titik terendah di Bumi.

Mengapa harus sekarang? Pada tahun 1950 negara-negara Timur Tengah termasuk Yordania dan Israel menghentikan pasokan air dari Sungai Yordan ke Laut Mati karena alasan pasokan air tersebut digunakan untuk air minum. Tindakan ini mengakibatkan penurunan level air secara terus menerus dengan penurunan mencapai satu meter setiap tahunnya.

2.Kyoto, Jepang

Kyoto memiliki ciri khas sebagai kota kuno di Jepang, namun kini mulai beranjak menjadi kota modern. Hal ini ditandai dengan banyaknya townhouse tradisional machiya yang telah hilang. "Memang itu dapat kita pahami, di satu sisi lingkungan perkotaan memang tumbuh dan berkembang tapi di sisi lain, tempat-tempat peninggalan bersejarah juga penting, dan itu semua hilang," kata Erica Avrami, Direktur Pendidikan World Monuments Fund.

Pemandangan kota Kyoto, lengkap dengan icon menaranya di senja hari. (Thinkstockphoto)
Machiya yang saat ini rusak merupakan rumah dan tempat bekerja bagi para pedagang di Kyoto ketika Zaman Edo (1603-1867). Pihak kota saat ini berusaha mempertahankan Machiya sebagai usaha untuk memadukan sesuatu yang baru dengan yang kontemporer.
3. Kepulauan Solomon
Tetapere merupakan pulau topis terbesar tak berpenghuni di belahan bumi selatan. Pulau ini terselematkan dari tindakan pembalakan hutan ilegal yang sedang merajalela di Kepulauan Solomon. Tetapere sekilas tampak seperti surga secara murni di mana Anda bisa berenang dengan duyung dan gerombolan hiu.
4. Taman Nasional Gletser di Montana
Para peneliti memperkirakan tempat ini akan kehilangan identitasnya pada tahun 2020 karena perubahan iklim yang kian hari semakin memprihatinkan. Menurut The U.S. Geological Survey's Climate Change untuk program ekosistem gunung, ada sekitar 150 gletser di taman ini ketika didirikan di tahun 1910. Satu abad kemudian, yakni di tahun 2010 hanya tinggal 25 gletser. Hilangnya gletser di taman ini berimbas pada kondisi ekosistem. Selain itu juga berdampak pada keindahan panorama yang selama ini menjadi kekaguman tersendiri bagi pengunjung.
5. Bhutan
Negara ini dikenal sebagai negara yang terisolasi dari dunia luar.  Ada aksi sebagai tindakan penyeimbang antara tradisi bersejarah dengan pariwisata.  Misalnya para Bhikku tinggal di tempat terpencil di Biara Phajoding karena harus melakukan kegiatan sipritual. Namun, di saat yang sama mereka akan membuka diri terhadap para pengunjung.
Kuil yang disebut Tiger Nest di Bhutan. (Thinkstockphoto)

Semakin banyak pengunjung yang datang maka akan semakin sulit mendapatkan keseimbangan itu. Karena saat ini negara ini lebih terbuka terhadap pariwisata, maka sekarang adalah waktu yang tepat untuk melihat Bhutan.
6. Hutan Atlantik, Amerika Selatan
Hutan Atlantik kaya akan spesies, berada di atas tanah seluas 1,35 juta kilometer persegi yang membentang dari Brasil, Paraguay, Argentina, Uruguay. Namun, karena aksi pembalakan dan pertanian yang kian marak maka kini hutan ini sudah berkurang tujuh persen dari luas aslinya.
7.Gunung Kilimanjaro, Tanzania
Gunung Kilimanjaro telah ada sejak 10.000 tahun lalu, namun kini hampir 80 persen gletser yang ada di gunung ini telah mencair. Pemanasan global dan penggunaan lahan menjadi penyebab utama. Bahkan para ilmuwan memperkirakan salju di Gunung Kilimanjaro akan hilang pada tahun 2022.
8. Everglades, Florida
Taman Nasional Everledegs saat ini telah mengalami beberapa masalah mulai dari ular piton yang menyebar, perairan yang mulai tercemar, hingga tindakan tak bertanggung jawab yang dilakukan oleh para wisatawan.
Ekosistem dataran rendah dan hutan bakau dapat terkena dampak secara permananen karena dibanjiri oleh air garam dari permukaan laut yang naik dalam beberapa dekade mendatang. Beberapa proyeksi bagi Taman Nasional Everledges ke depannya antara lain hilangnya habitat pohon pinus karena masuknya air garam, serta mengancam rawa yang menjadi habitat bagi spesies burung gereja.
9. Maladewa
 Asap mengepul dari pembakaran limbah di Thilafushi merupakan hal yang paling mengancam Maladewa, negara terendah di dataran Bumi. Hal ini bisa menimbulkan kenaikan permukaan air laut. Dari 1.192 pulau kecil di negara kepulauan ini, hanya 200 pulau yang berpenghuni. Jumlah ini akan semakin menyusut jika kenaikan permukaan air laut semakin cepat di Samudera Pasifik.

Wayang Kulit Masuk Situs Dunia yang Patut Dinikmati Kaum Muda

Dari 936 daftar situs warisan dunia yang diakui UNESCO, ada sepuluh situs dunia yang patut dikunjungi kaum muda.

Kaum muda tentunya gemar dengan yang namanya traveling dan berwisata. Mengunjugi situs warisan dunia, menjadi salah satu tujuan wisata yang bukan saja menyenangkan tetapi juga dapat memperkaya wawasan dan pengalaman. Kita dapat belajar mengenai sejarah, geografi, keindahan luhur situs warisan dunia yang ada di Bumi.
National Geographic Travel membuat daftar dari 936 daftar situs warisan dunia yang diakui UNESCO, ada sepuluh situs dunia yang patut dikunjungi kaum muda. Salah satunya ialah pertunjukkan Wayang Kulit yang berasal dari Indonesia.
Wayang Kulit merupakan salah satu kesenian leluhur Indonesia yang berasal dari Jawa Tengah. Boneka kayu tiga dimensi yang dikenal dengan sebutan wayang, menjadi salah satu repertoar yang dimainkan oleh dalang. Boneka kayu tersebut digerakkan di balik layar yang terbuat dari kain putih panjang yang membentang.
Pantulan bayangan boneka kayu dari kain putih menciptakan dramatisasi cerita sekuler yang dibalut religi. Ini menjadi sebuah seni pertunjukan di tangan seorang dalang yang lihai memainkan lakon.
Saat gerakan mistis adegan per adegan wayang dimainkan dalang, alunan musik gamelan, drum, gong, suling bambu mengiringinya. Cerita yang disuguhkan dalam pertunjukkan wayang mulai dari moralitas, epos India dan Persia, kritik, dan satir sosial. Dari wayang, snak-anak dapat belajar mengenai moral dan cerita kehidupan.
Selain Wayang Kulit terdapat sembilan situs warisan dunia lainnya. Di antaranya Karnaval Barranquilla, Kolombia. Karnaval ini menyuguhkan berbagai atraksi, koreografi tari, musik, dan kostum unik selama empat hari berturut-turut. Ini merupakan bentuk perayaan multikultural masyarakat Eropa, Afrika, dan akar adat Pantai Karibia.
Giant Causeway, Irlandia. (Thinkstockphoto)

Selanjutnya, Giant Causeway, County Antrim di Irlandia Utara yang merupakan formasi vulknik. Dekat dari lokasi itu terhampar sekitar 40 ribu bebatuan yang berbentuk heksagonal. Tempat ini terbentuk melalui proses vulkanologi selama 60 juta tahun yang lalu. Ketika lava cair dingin dengan cepat karena kontak langsung dengan air laut kontak lalu mengkristal menjadi pilar-pilar basal. 
Sydney Opera House, Sydney, Australia, menjadi lokasi berikut. Bangunan ini memiliki arsitektur revolusioner panggung untuk seluruh dunia. Dengan struktur melengkung dari beton yang bebentuk meyerupai kerang besar. Sydney Opera House tersohor di dunia sebagai tempat seni petunjukan dan sebagai ikon kota Sydney.
Lokasi ini juga menjadi tempat pertunjukkan seni tersibuk di dunia dengan lebih dari 1.750 pagelaran setiap tahunnya.
Lalu, Colosseum, Roma, Italia. Sebuah tempat panggung teater berbentuk elips yang awalnya terselimuti batu kapur. Di bawahnya terdapat labirin bawah tanah, di mana terdapat terowongan dan kurungan. Dulunya, para gladiator dan binatang seperti badak, gajah, singa, harimau, buaya, dan fauna ganas lainnya yang dikandangkan sebelum pertunjukkan.  
Masuk juga dalam daftar ini Sian Ka'an, Quintana Roo, Meksiko. Merupakan hutan mangrove yang tertutup Semenanjung Yucatán kerap dijadikan taman bermain air yang juga dipercaya sebagai sisa reruntuhan suku Maya yang misterius. Sian Ka'an, yang berarti "Di mana Langit itu Lahir" adalah cagar biosfer di pantai timur Semenanjung Yucatán yang kaya akan keanekaragaman hayati.

Serengeti National Park, Tanzania (thinkstockphoto)

Dilanjutkan dengan Serengeti National Park di Tanzania. Camp yang terletak di bawah langit Afrika ini merupakan tempat migrasi hewan terbesar di dunia tersohor sebagai wilayah konservasi yang dilindungi. Rusa, zebra, rusa ktub bersama hewan karnivora lainnya menjadi bintang di Serengeti National Park. Mereka membentuk sebuah komunitas terbesar di dunia, tempat ini juga merupakan pusat terkonsentrasinya predator besar di dunia.
Dinosaur Provincial Park, Alberta, Kanada. Merupakan taman situs fosil dinosaurus terbaik di dunia, menawarkan wisata safari anak untuk memahami dunia fosil. Para ahli telah menemukan lebih dari 35 species Dinosaurus di tempat ini.
Hawai’i Volcanoes National Park, Hawaii, ialah gunung berapi yang paling aktif di dunia dan masuk dalam daftar sepuluh situs yang wajib dikunjungi kaum muda. Menurut mitologi Hawaii, kaldera Halema‘uma‘u dari Kilauea adalah rumah api Pele - yang merupakan dewa api, petir, angin dan gunung berapi. Tempat ini merupakan tempat terbaik untuk mengamati bagaimana komponen-komponen geologis membentuk planet kita.
Situs Batu Cappadocia, Turki. (Thinkstockphoto)

Situs terakhir adalah Göreme National Park dan Situs Batu Cappadocia, Turki. Lokasi ini memungkinkan kita melihat batu dengan bentuk yang mengagumkan. Central Turkey’s Göreme Valley awalnya merupakan wilayah kering batu vulkanik lalu tererosi sehingga membentuk batu yang luar biasa.
Bentuknya seperti menara yang menjulang tinggi dan berbentuk kerucut tajam sebagai tiangnya. Di ujungnya terdapat batu keras sebagai atapnya. Batu ini sering disebut cerobong peri. Di dalam batu tersebut para keluarga dapat bermalam, seperti hotel di dalam goa.
(Umi Rasmi. Sumber: National Geographic Travel)

Sawai, Surga Tersembunyi Pulau Seram

Menginap di atas rumah panggung beralaskan laut, snorkling, dan memanjat pohon setinggi 45 meter.

Snorkling di Hatu Supung, Sawai. (Reynold Sumayku/NGI). 
Mendengar kata Pulau Seram di Maluku Tengah, yang terpikir pertama kali mungkin 'ada apa di sana?'. Selain nama pulaunya yang cukup 'seram', ingatan kerusuhan Ambon menjadi kekhawatiran berikutnya. Namun, saat kami mendarat di Bandara Pattimura, Ambon, kerisauan itu sirna. Ambon tidak pernah mengecewakan dalam hal pesona alamnya yang rancak.
Belum habis mengagumi alam Ambon, kami harus segera menuju Pelabuhan Tulehu untuk menuju ke Pulau Seram. Lokasi utama pendaratan kami: Sawai. Surga kecil yang berada di utara Seram. Dengan menempuh perjalanan bak Indiana Jones karena harus berganti perahu cepat, mobil minibus, dan perahu nelayan, dengan total durasi sekitar empat jam, akhirnya kami sampai di Horale. Desa ini menjadi daratan terakhir yang kami injak sebelum menuju Sawai.
Suasana di depan Penginapan Lisar, Sawai. (Andre Sitanala)

Saya sudah tidak peduli dengan bisingnya suara perahu nelayan kecil itu. Saya sudah terlalu sibuk mengagumi rentangan bukit yang berbaris memandu kami menuju Sawai. Warna air laut yang bergradasi sempurna, mulai dari putih hingga biru gelap, menjadi "alas" berikutnya.Hanya 30 menit perjalanan, kami akhirnya sampai di Sawai, desa nelayan kecil yang didekap rimbunnya Bukit Sawai. Kami bermalam di Penginapan Lisar milik Pak Ali dan istrinya, Salwa.
Besoknya, kami isi dengan snorkling di Hatu Supung (batu yang licin, gundul, dalam bahasa lokal). Jika dilihat sekilas, lokasi ini mirip Ha Long Bay yang ada di Vietnam. Hanya saja jika di Ha Long Bay berbentuk batu raksasa yang berdiri sendiri, Hatu Supung masih bersatu dengan bukit sekitarnya. Snorkling di sini seperti melihat ke dalam kaca karena beningnya air yang ada. Koral berbagai warna juga berkumpul di sini. Tapi hati-hati, bagi Anda yang kurang pandai berenang, jangan sampai terbawa ke perairan dalam yang hanya berjarak lima meter dari bibir pantai.
Kegiatan berikutnya melongok Pulau Raja atau yang disebut Pulau Marsegu (kelelawar) oleh warga sekitar.  Tadinya ini adalah pulau yang digunakan oleh raja dan keluargnya untuk perkebunan. Tapi sekarang sudah beralih fungsi jadi lahan konservasi mangrove dan habitat kelelawar yang ada di dalamnya.

Namun, yang menjadi objek wisata kami adalah Morite Forest Canopy Platform. Wisata menaiki pohon kayu besi setinggi 45 meter dari atas tanah di hutan Morite. Untuk menuju pohon yang dituju, kami harus melakukan perjalanan darat sekitar 45 menit yang terbagi di jalan aspal dan jalan hutan.
Wisata Morite Forest Canopy Platform. (Zika Zakiya/NGI).

Sesampainya di kaki pohon besi, para pemandu lokal yang berjumlah delapan orang menyiapkan peralatan standar untuk Single Rope Techniques (SRT). Masing-masing dari kami akan ditarik ke atas pohon untuk selanjutnya bersantai di platform yang dibangun dengan biaya Rp20 juta itu. Di atas sini, kami bisa melihat Taman Nasional Manusela, melihat burung mata merah, betet kelapa, burung kakak tua, bahkan melihat burung rangkong secara sekilas.
Diam sesaat di atas platform, menikmati alam, dan mengingat kembali kegiatan kami hari itu. rasanya memang pantas jika Sawai disebut sebagai surga tersembunyi-nya Pulau Seram.
Rotating X-Steel Pointer

- Copyright © KIR MIPA Spensaka - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -